Kamis, 01 Desember 2011

diujung jalan dikegelapan

Septemberku, yang kadang ceria di tahun 2011



Dear Cahaya Malam berkabut, Bulan mu tak terlihat karena Embunnya..
tapi aq selalu disana, Memandangmu dari sudut tak terlihat.. Yakin tuk Berjumpa.



Aku Seperti berdiri di ujung jalan bercabang.tak tahu harus Melangkah.Hilang Arah.

Saat aku memilih tuk berjalan,
Aku tersesat semakin jauh...
menemukan Cabang yang lebih banyak.Terjebak.Aku diam.Berputar,
Mencari,
Memilih,
Berpikir,
Memutuskan.Tapi....aku masih tetap disana.terjerat akar berduri yang melilit dengan semangat.Mencengkramku.
Aku diam.tak tahu harus bagaimana,dengan sakit yang kuciptakan sendiri.

Aku Buta.tak bisa Melihat, jadi bagaimana mungkin aku bisa memilih dan berjalan...

Aku Meraba.berharap kan ada tangan yang meraihku , Menjauhkan dari sakit ini.

Aku Berdo'a.Karena mamang hanya itu yang kupunya sekarang..Apalagi ?,aku bahkan tak punya daya.

Aku Menangis.
Karena memang itu lah penghiburku,
Airmataku.. Pelepas Kesedihanku.

Aku hanya butuh satu jalan, bersimbah Cahaya Rahmat, Beraroma Kebaikan, Berdinding Keyakinan, Berwarna Kebenaran, Berujung Ridho Allah.
Amiin Ya Allah...Aku Masih mencari jalan menuju Rahmat-Mu ya Allah..Masih..








Jiwaku yang lari

RamadhanKu yang Luar biasa Indah di Agustus 2011..

Dear Air mataku yang selalu mengingatkanku bahwa semua ini Nyata.. Aku merengkuhmu dalam sunyiku..


Aku berlari saat Cinta menhampiriku.
Karena ku takut dihancurkan olehnya. Lagi.Aku berlari saat Bahagia itu datang padaku.
Karena aku tak tahu, Bahagia siapa itu..AKu berlari saat Janji itu bicara padaku.
Karena aku takut itu hanya halusinasi yang memang tak pernah nyata.

Saat aku berhenti dari Pelarianku.
Aku tersadar, bahwa dimanapun.. aku berada.
Aku selalu merasa sendiri.
Ditempat yang tidak tepat.
Karena aku memang belum menemukannya..
Tempat yang Tepat bagiku.
Tempatku.
Bersamamu, Wahai Kau yg Kuinginkan..

Sungguh Menyiksa sepi ini.
Merajangku dengan gigih, Menyayatku dengan teliti.
membuatku selalu menjerit. tapi tak pernah bersuara.
Kukira, malam adalah Duniaku.
Dunia yang sepi, hening dan kosong.

Kehilangan sesuatu dalam hidup.
Aku kehilangan Hatiku, Cintaku, dan Percayaku
Seperti Raga yg berjalan tanpa Jiwa.
Tanpa Rasa.
Menyedihkan.
Karena begitulah aku sekarang,
Disini, memeluk diriku.
Diriku yang Kosong dengan erat, takut tuk bergerak.
Mengharap mereka sudi kembali padaku..
Tuk Melengkapiku..
Karena dulu, Mereka adalah bagian dariku.
Bagian yang membuatku Manusiawi.
Bagian yang mengisi ragaku dengan Nyawa.
Nyawa Pecinta.



belati Juli ku yg tajam 

dear darah yg tak nampak,terima kasih untuk rasa sakit yg kau timbulkan saat hadir 


Hilanglah, 
pergilah.. 
dan kumhon jgn tinggalkan jejak untukku.. 
Agar ku tak bisa menemukanmu, 
agar kita terpisah selamanya.. 
Jika itu harapanmu, maka itu akan jadi harapanku juga.. 
Dan, biarlah.. 
Ku hanya akan menangis saat senja berakhir.. 
Agar tak seorang pun bisa melihatnya.. 
Agar aku aman dlm gelapx.. 

Agar aku tak bisa mengingatmu lg. 
Agar saat mentari datang padaku , akan ada seseorang pnggntimu.. Disana menungguku.. 
Penyembuh luka ku. 

Selamat tinggal masa lalu.. 
Kau akan slalu ada, tpi takkan pernah untuk dkenang.. 
Takkan pernah..









This Curse

di Mei tahun 2011..


Dear Bintik-bintik hujan di jendelaku.. yang jatuh setetes demi setetes seperti airmataku..
aku menyukaimu... disana.. dijendelaku..


Kumulai semua ini dengan satu tujuan,
Bahagia...
Tapi.
Tak demikian semua ini berjalan..

satu senyuman, satu goresan.
satu tawa, satu luka.
dan pada batasnya semua senyuman dan tawa itu hilang..
Tak berbekas.

Kini hanya luka yang ku punya..
Bersama sakit dan Kesedihan.. yang Menelan Harapanku.
Aku Hanya ingin Bahagia.
Apa sesulit itukah untuk Meraihnya..?

Kisahku..
selalu setragis Petir,
sesedih Hujan,
sekabur Kabut,
dan sepedih Gerhana.

Kutukan apa ini...?!
Kenapa rasanya begitu menyakitkan..?

Pelangi...
Aku tak pernah bisa melihat mu..
Karena tangisku yang tak pernah Reda,
dan selalu disana, dikegelapan malam yang mendung.
Karena Bintang sudah tak datang padaku..
Jadi aku hanya bisa mengingat, bahwa mereka pernah berkelip untuk ku..

Aku disini..
Menangis bersama Malam...
yang selalu.. dan selalu datang...
Menemaniku disetiap kesedihan..
Menyembunyikan Tangis ku dalam Gelapnya..



.the true of Me.





Malamku.

menemukan cinta.
menemukan luka.
menemukan hidup.
menemukan kamu.

Jika ini takdir...
biarkanlah.
aku lelah berteriak.

Toh, takdir seperti angin.
tak terbaca.
seperti air yang mengalir.
seperti langit yang berubah.
seperti awan yang berarak, bergerak meengubah bentuk.
    Entah, seperti melihat Fatamorgana.
    Aku melihat semua.
    Indahnya.    Sejuknya.
Tapi, tak juga kurasakan.
ooh, malam gurun yang dingin.
berselimut langit berbintang,
kau lebih nyata.
berkilau indah.
malam mu menyejukkan.



aku adalah bayang-bayang

Minggu terakhir Aprilku ya aneh...



Dear Malam tak berbintang.. tak berbayang... sungguh kegelapan yang nyata..


ini.
itu...
kamu..
Aku...
dia...

Selalu berarti sesuatu.
kata yang tak terucap.
Perasaan yang tak terbaca.

Seperti menerka langit.
entah..
berawan. mendung. gelap. hujan. cerah.
seperti pula angin yang mempermainkannya.
tak terbaca.
hanya terasa.

hati seorang gadis
seperti samudra, luas tuk diarungi.
sangat dalam tuk di selami.
Misteri yang indah.

aku adalah bayang-bayang.
bayang-bayang dari hatiku sendiri.
yg terbakar teriknya perasaan.

ya,
karena bayangan tidak bicara.
tak terbacakah oleh mu..?



.Dekapan AMARAH.

April 2011
titik temu yang aneh.

Dear Badai padang Pasir yang Kejam... Amukanmu mengerikan.
panas membakar, menusuk dan Mengoyak.


Bagai Dihantam aku tehempas.
jatuh.
Dilempari dengan Kata" setajam Pedang yang tangguh.
Terluka.. sangat dalam.
Menderita..
Ditenggelamkan aku ke dalam Lumpur Fitnah.
yang Mengotori ikatan abadi.
selesai.
tiada arti.
sampah semuanya.


AMARAH.
kenapa kau selalu mengacaukan semua..?
menyelimutiku dengan rapat.
tak biarkanku bernapas, melihat, berpikir.
memelukku dengan erat.
sehingga aku hilang. lenyap. tak berbekas.
menjadi diriku yang lain.
diriku yang ku benci.

Hujan.
segeralah datang.bawalah aku besertamu.
agar aku bisa kembali menjadi dirku.
bersamamu aku lengkap.
bersamamu...



~Merisa~








.LOve in mY Mind.

CInta.
Satu kata Berjuta makna. Berjuta Cerita.

Aku memandangnya..
Seperti puncak Menara yang tak kunjung nampak.. walaupun ku naiki tiap tangga menujunya..
Seperti musim hujan yang belum juga datang..
seperti bunga yang belum juga mekar..
seperti tempat yang belum juga kutemukan..
seperti daratan yang belum juga nampak terlihat..
seperti malam yang menanti pagi datang..
seperti bulan sabit yang tak sempurna.
seperti simponi yang tak sempurna.
tak berujung..
tak bertepi..

seperti..
seperti..

Penantian..

Penantian yang membuatnya Indah saat Tiba waktunya.

aku.
Menanti.










Terima Kasih

Maret 2011
Harapan Baru Yang kutemukan..

Dear Alam Semesta yang Luar biasa..
aku mengagumimu..


Terima Kasih…

Terima kasih ya Allah..
Segala puji BagiMu..

Terima kasih mentari kau menemaniku…
Terima kasih angin kau menyampaikan kabar dariku..
Terima kasih bintang kau menemaniku dalam gelap itu..
Terima kasih kunang-kungan kau membuatkku merasa tak sendiri..
Terima kasih kupu-kupu, kau menhiburku saat semua meninggalkanku..
Terima kasih karang, kau mengajariku tuk jadi kuat..
Terima kasih hujan, kau menyembunyikan air mataku saat ku menangis..
Terima kasih Pelangi, kau meyakinkan ku bahwa semua kan indah pada waktunya..
dan Terima kasih semua...

saat ini..

Aku Disini..
Memeluk harapan..




Rabu, 02 November 2011

Mentariku Kembali :)

2011..
.Febuariku yang berharga.





Dear Hari- hari dimana aku menjalani waktu..



Selamat pagi dunia..



Betapa aku merindukan senyumanmu lewat mentari..

Betapa aku merindukan suara ceria semilir angin, pelukan hangat udara, dan semerbak bunga – bunga harapan yang memabukan..

Aku merindukannya…



Setelah sekian lama aku buta..

Membeku di kegelapan yang menusuk.



Akhirnya aku disini..

Bersamamu mentari.

Merengkuh kembali harapan yangtelah hancur berkeping-krping itu..

Membentuknya menjadi permata yang kuat..

Untuk ku..

Dan kembali menjalani hari – hari di dunia yang kadang kejam ini..

Dengan segala yang kumiliki saat ini..

Aku tak ingin kalah…

Lagi..

Kan kutunjukkan..

Bahwa aku disini utuh.

Dengan segala kekuatan yang menyanggaku. Dan kesedihan yang menguatkan pada akhirnya.

Ya.

Ini aku.

Tersenyum menghadapi Dunia..



Semoga akan lebih banyak permata yang kan ku temukan dalam hidup ini..

Yang tak kan pernah kubiarka hancur seperti masa lalu.



Tak kan pernah.















.MATI RASA.

☺ M.A.T.I    R.A.S.A.

Saat tersadar..
Aku telah membunuh semua rasa.
Cinta.. kasih sayang.. belas kasih.. peduli..

Kebas..

Aku tak punya apa-apa..
Menyedihkan..
Aku ingin menangis saat ini..
Meraung – raung..
Hingga tak ada lagi air mata yang tersisa..
Berharap merasa lebih baik..
Berharap semua itu kembali padaku..
 aku lupa..
Aku juga telah ditinggalkan harapan..
Tak ada.
Kosong.
Hampa..
Aku mati rasa..